SIARAN PERS




Serabut Kelapa Jadi Uang


Sumbawa Barat, 27 Juni 2019 - Usaha pengolahan serabut kelapa coconet menjadi salah satu binaan Amman Mineral Nusa Tenggara (Amman Mineral) dalam melakukan program pengembangan masyarakat di sekitar tambang Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat. Ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan langsung masyarakat dalam aktivitas reklamasi dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Coconet ini sangat kami butuhkan untuk mencegah erosi di lahan bekas tambang Batu Hijau.

“Pemberdayaan masyarakat lokal dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar seperti inilah yang saat ini terus kami kembangkan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan demi mewujudkan terciptanya masyarakat mandiri di sekitar tambang Batu Hijau,” jelas Anita Avianty, Head of Corporate Communications Amman Mineral.

Sebelum mengembangkan usaha ini, para pelaku usaha pengolahan coconet di Desa Maluk menerima pelatihan teknis dari Amman Mineral. Usaha ini dilakukan oleh para pemuda maupun ibu rumah tangga dari desa setempat, sehingga sangat membantu untuk menambah pendapatan keluarga. Setiap hari rata-rata mereka bisa menghasilkan 40 rol coconet yang kemudian dijual kepada Amman Mineral seharga Rp267.900/roll. Jumlah rata-rata pembelian coconet pertahun sekitar 6630 roll, jika harga 267 ribu per roll maka jumlah pembelian pertahun rata-rata 1.7 miliar rupiah. Selain untuk memenuhi kebutuhan Amman Mineral, coconet juga dipesan oleh perusahaan tambang lainnya yang beroperasi di wilayah Dompu, Nusa Tenggara Barat.

coconet merupakan serabut kelapa yang dipintal dan berfungsi untuk mencegah tanah reklamasi dari longsor dan erosi. Proses pembuatannya dengan mengaitkan seutas sabut kelapa pada mesin pemintal, kemudian urat-urat sabut kelapa atau yang disebut coco fiber disambungkan hingga panjangnya mencapai 15 meter. Untuk menyambungkannya, para pekerja berjalan mundur sambil memilin serabut kelapa hingga diperoleh ukuran yang diinginkan. Selanjutnya, coconet dianyam selebar 30 meter sebelum digulung.

Sejak tahun 2014, Amman Mineral Nusa Tenggara (“Amman Mineral”) telah menggunakan serabut kelapa coconet yang diproduksi oleh beberapa unit usaha lokal hasil binaan perusahaan di Desa Maluk, Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat, untuk keperluan area reklamasi tambang Batu Hijau. Sepanjang tahun ini, perusahaan telah melakukan pembelian coconet sebanyak 5408 rol (1 rol = 30 m2) untuk memenuhi rencana reklamasi tahun 2019. Hingga kuartal I tahun 2019 total luas lahan bekas tambang yang telah direklamasi di tambang Batu Hijau mencapai 701,89 hektar dari total 2.739,45 hektar yang dibuka untuk area penambangan dan fasilitas pendukung lainnya.

Beberapa program pengembangan usaha masyarakat yang telah diinisiasi Amman Mineral sejak tahun 2017 dan akan terus berlanjut, diantaranya adalah budidaya rumput laut, pengolahan gula aren, budidaya lebah madu, peternakan ayam petelur dan pedaging, serta budidaya ikan lele. Secara keseluruhan, seluruh kegiatan tanggung jawab sosial yang dilaksanakan perusahaan telah memberikan manfaat kepada 17 desa di 3 kecamatan lingkar tambang khususnya dan 5 kecamatan lain di Kabupaten Sumbawa Barat pada umumnya.

*****

Tentang PT Amman Mineral Nusa Tenggara

Amman Mineral Group adalah perusahaan yang berlini bisnis utama dalam dunia pertambangan yang mengoperasikan tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Tambang Batu Hijau merupakan salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia yang dikelola dengan tetap mengedepankan sisi keselamatan, perlindungan lingkungan, dan tanggung jawab sosial.

Amman Mineral telah mendapatkan 7 kali peringkat PROPER HIJAU (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). PROPER Hijau merupakan penghargaan terhadap suatu perusahaan yang kinerjanya dinilai melebihi standar yang ditetapkan oleh KLHK atas berbagai aspek pengelolaan perlindungan lingkungan dan program pengembangan masyarakat di sekitar tambang.

*****