SIARAN PERS




Amman Mineral Berhasil Reklamasi 690,83 Hektar Lahan Bekas Tambang

Komitmen perusahaan untuk menerapkan standar unggul pengelolaan lingkungan dengan melakukan reklamasi lahan bersamaan dengan operasi penambangan. Sekitar 690,83 ha lahan bekas tambang dari 2.722,45 ha bukaan lahan untuk area penambangan dan fasilitas pendukung berhasil direklamasi.

Sumbawa Barat, 16 November 2018 - Bersamaan dengan operasi penambangan, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (“Amman Mineral”) telah melakukan reklamasi di lahan-lahan yang dibuka untuk area penambangan Batu Hijau dan fasilitas pendukung lainnya. Reklamasi ini dilakukan sesegera mungkin pada lahan-lahan yang telah selesai digunakan untuk mencegah erosi dan mempertahankan kestabilan struktur lereng, serta membentuk kembali struktur dan keanekaragaman vegetasi yang sama seperti sebelum penambangan sesuai dengan peruntukan akhirnya, dan jika memungkinkan, mendukung pembentukan spesies tanaman tertentu yang berperan penting dalam pengembalian habitat satwa liar.

Pemantauan ekologi juga dilakukan secara intensif untuk memastikan keefektifan kegiatan reklamasi yang telah dilakukan agar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Hasil pemantauan di area reklamasi Batu Hijau menunjukkan adanya pemulihan kualitas lingkungan yang ditunjukkan adanya peningkatan kesuburan tanah, perbaikan iklim setempat, keragaman spesies pohon yang ditanam, dan ditempatinya daerah reklamasi sebagai habitat satwa liar asli Batu Hijau, seperti rusa, ayam hutan, musang, kelelawar, elang bondol, dan satwa liar lainnya.

Head of Corporate Communications Amman Mineral, Anita Avianty, mengatakan, “Setiap tahun Kementerian ESDM melakukan verifikasi dan penilaian atas keberhasilan reklamasi yang kami lakukan berdasarkan kriteria keberhasilan yang diatur dalam Kepmen ESDM No 1827/2018. Secara umum, pada area reklamasi di Batu Hijau yang telah berumur 5 tahun, semua kriteria keberhasilan yang ditetapkan dalam Kepmen ESDM tersebut dapat kami penuhi.”

Hingga bulan September 2018, perusahaan telah mereklamasi 690,83 ha lahan dari 2.722,45 ha bukaan lahan untuk area penambangan dan fasilitas pendukung lainnya. Ada lebih dari 900 ribu pohon dan lebih dari 90 jenis pohon asli Batu Hijau ditanam di area reklamasi, baik spesies pohon untuk produksi dan bernilai ekonomis maupun spesies pohon yang bernilai penting secara ekologis dan konservasi. Anita menambahkan, “Pohon-pohon di area reklamasi ini menyediakan tempat hidup sekaligus makanan yang menunjang keanekaragaman hayati fauna asli Batu Hijau. Semakin beragam jenis pohon, maka semakin beragam pula fauna yang menjadikannya sebagai habitat.”

Pada tahapan reklamasi, untuk mencegah erosi pada lereng, perusahaan menggunakan serabut kelapa coconet yang diproduksi oleh unit usaha lokal hasil binaan perusahaan di Desa Maluk, Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat. Sepanjang tahun 2018 ini, perusahaan melakukan pembelian coconet dari unit usaha binaan tersebut sebanyak 9.000 rol atau rata 1.000 rol per bulan sesuai dengan rencana luasan reklamasi tahun 2018.

“Unit usaha pengolahan serabut kelapa coconet menjadi salah satu program lingkungan kami melalui pemberdayaan masyarakat dan memanfaatkan sumber daya lokal karena hasil produksinya sangat kami perlukan untuk memenuhi kebutuhan reklamasi tambang,“jelas Anita. “Pemberdayaan masyarakat lokal dengan memanfaatkan sumber daya lokal seperti inilah yang saat ini terus kami kembangkan melalui program-program tanggung jawab sosial perusahaan demi mewujudkan terciptanya masyarakat mandiri di sekitar tambang Batu Hijau,” tambah Anita.

Mulai tahun 2019 nanti, perusahaan berencana untuk mengembangkan proyek budidaya lebah madu Trigona SP di area reklamasi yang dilepas. Proyek ini diharapkan akan menjadi salah satu indikator keberhasilan reklamasi yang melebihi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah (beyond compliance). Jenis lebah madu Trigona SP dinilai sebagai subyek yang tepat untuk proyek ini karena sifatnya tidak menyengat (risiko minimum) dan dapat bertahan di iklim yang hangat dan kering seperti Batu Hijau.

*****

Tentang PT Amman Mineral Nusa Tenggara

Amman Mineral Nusa Tenggara (“Amman Mineral”) adalah perusahaan tambang Indonesia yang mengoperasikan tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Tambang Batu Hijau adalah tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia dan merupakan aset berkelas dunia. Amman Mineral juga memiliki beberapa prospek lain yang sangat menjanjikan di area konsesi tembaga dan emas di Kabupaten Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Pemegang saham PT Amman Mineral Nusa Tenggara adalah PT Amman Mineral Internasional (82,2%) dan PT Pukuafu Indah (17,8%). PT Amman Mineral Internasional adalah perusahaan Indonesia yang pemegang sahamnya terdiri dari PT AP Investment (50%) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (50%)

Amman Mineral telah mendapatkan 7 kali peringkat PROPER HIJAU (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). PROPER Hijau merupakan penghargaan terhadap suatu perusahaan yang kinerjanya dinilai melebihi standar yang ditetapkan oleh KLHK atas berbagai aspek pengelolaan perlindungan lingkungan dan program pengembangan masyarakat di sekitar tambang.

*****